Rabu, 03 Januari 2018

ANALISIS E-GOVERMENT PROV SUMATERA UTARA


No
Unit Analisis
Kategori Analisis
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten 1 Tapanuli Tengah
Kabupaten 2 Labuhan Batu

1
Selayang Pandang
Sejarah

ü   
ü   
ü   


Motto

-
-
-
Lambang

ü   
ü   
ü   
Arti Lambang

ü   
-
ü   
Lokasi Dalam
Bentuk Peta

-
ü   
ü   
Visi Dan misi
ü   
ü   
ü   
2
Pemerintahan Daerah
Eksekutif

ü   
ü   
ü   
Legislatif

ü   
ü   
ü   
Nama, Alamat, Telepon, e-mail, daripejabatdaerah

-
ü   
-
Biodata Dari pemimpin Daerah
-
ü   
ü   
3
Geografi
Topografi

-
ü   
-
Demografi

ü   
ü   
-
Cuaca dan Iklim

-
-
-
Sosial dan Ekonomi

ü   
ü   
ü   
Budaya dari daerah yang bersangkutan

ü   
ü   
-
Ada informasi berupa Numeris/ Statistika dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya
ü   
ü   
-
4
Peta Wilayah dan Sumber daya
Peta wilayah

-
ü   
ü   
Bentuk peta sumber daya
-
ü   
ü   
5
Peraturan / Kebijakan Daerah
Peraturan daerah (perda) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah bersangkutan
ü   
ü   
ü   
6
Buku Tamu
Buku tamu

ü   
ü   
ü   
Forum
-
-
-
Total
12
17
13



Hasil Analisis

Penyajian selayang pandang pada website Provinsi Sumatra Utara dan Kabupaten Lauhan Batu lebih baik daripada Kabupaten Tapanuli Tengah dilihat dari segi Arti Lambang yang di jelaskan pada website Provinsi Sumatra Utara dan Kabupaten Labuhan Batu.

Penyajian informasi dalam bentuk peta Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Labuhan Batu lebih baik dari Provinsi Sumtera Utara. Pemerintahan Daerah dalam website Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Labuhan Batu lebih baik dibanding Provinsi Sumatera Utara.
 
Penyajian informasi geografi pada website Provinsi Sumatra Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah lebih unggul dibanding Kabupaten Labuhan Batu dari segi demografi, budaya serta informasi numeris.

Penyajian Informasi pada peta dan wilayah sumber daya Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Labuan Batu lebih baik dari Provinsi Sumatra Utara dilihat dari segi peta wilayah dan bentuk peta sumber daya.

Peraturan dan Kebijakan Daerah ketiga website memiliki informasi yang lengkap. Buku Tamu ketiga website sama hanya saja kurangnya forum pada ketiga website tersebut. Maka, secara keseluruhan informasi pada website Kabupaten Tapanuli Tengah lebih baik daripada website Provinsi Sumatra Utara dan Kabupaten Labuan Batu

BUTTOM-UP TEST

Integrasi Bottom-Up adalah sebuah pendekatan untuk pengujian terpadu dimana komponen tingkat terendah diuji terlebih dahulu, kemudian digunakan untuk memfasilitasi pengujian komponen tingkat yang lebih tinggi. Proses ini diulang sampai komponen di bagian atas hierarki diuji.
Pengguaan Buttom-Updilakukan ketika project atau system software yang dibangun sudah jadi, mulai dariplanning hingga maintenance, barulah testing Buttom-Up dilakukan. Strategi integrasi Bottom-Up dapat diimplementasi dengan langkah-langkah:
a).   Modul tingkat rendah digabung ke dalam cluster (build) yang melakukan subfungsi perangkat lunak spesifik.
b).   Driver (program control untuk pengujian) ditulis untuk mengkoordinasi input dan output test case
c).   cluster diuji
d).   driver diganti dan cluster digabungkan dengan menggerakkannya ke atas di dalam struktur program.
Contohnya :
Bila kita melakukan pembuatan sebuah program misalnya membuat sebuah website dari awal Planning, Control, Design, Coding, Testing, Operation and maintenance belum kita lakukan testing, setelah programnya selesai atau ada barulah kita lakukan testing menggunakan bottom-up test.

TOP-DOWN TEST




Top-Down Test adalah pengujian terpadu dimana modul terintegrasi paling atas diuji sampai modul paling bawah dan cabang modul diuji langkah demi langkah sampai akhirnya modul terkait. Jika suatu modul modul atas memanggil modul modul bawah, maka modul atas diimplementasikan dan diintegrasikan lebih dahulu.

Contoh Sederhana Top-Down Test
kita membuat skenario pengetesan seperti berikut, mahasiswa akan menginput data diri :
     a).   NPM mahasiswa harus sama dengan 12345
     b).   Nama mahasiswa harus sama dengan Moh. Syairi
     c).   Untuk alamat dan kota nilainya harus Jakarta

Pada pendekatan Top-Down pengujian akan memeriksa nilai inputan yang dimasukkan mahasiswa. Pemeriksaan akan dilakukan mulai dari modul atas (NPM) dan kemudian jika ditemukan dalam database, nilai npm akan digunakan untuk mencari identitas pemilik NPM tersebut, dan begitu seterusnya sampai pengujian pemeriksaan berhasil ditemukan.


sumber : http://herionlineku.blogspot.co.id/2017/02/testing-program-1-top-down-test.html

BAHASA INGGRIS BISNIS 2

TUGAS 3 LISTENING TEST 1. D                   11. C               21. A 2. A                   12. C               22. C 3. D          ...