Jumat, 14 Oktober 2016

REVIEW JURNAL : ANALISIS APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL PADA MANUSIA


      A.    Abstrak
Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana meniru cara berpikir seorang pakar dalam menyelesaikan suat permasalahan. Kecerdasan buatan adalah salah satu bidang ilmu komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berperilaku cerdas seperti manusia. Sesuai definisi, teknologi kecerdasan buatan dipelajari dalam bidang-bidang seperti Robotika (Robotics), Penglihatan Komputer (Computer Vision), Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), Pengenalan Pola (Pattern Recognition), Sistem Syaraf Buatan (Artificial Neural System), Pengenalan Suara (Speech Recognition), dan Sistem pakar (Expert System). Adapun tujuan penelitian ini adalah  membuat suatu sistem pakar untuk penyakit Ginjal menggunakan bahasa pemrograman visual basic 6.0 yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan penyakit ginjal.
Kata kunci : sistem pakar, penyakit, ginjal.

      B.     Pendahuluan
            Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, terutama dibidang teknologi, peran komputer semakin mendominasi kegiatan manusia. Tetapi tetap manusia yang mengatur pengaplikasian teknologi. Dalam penyelesaian masalah, manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari proses belajar dan berlatih.
Untuk itu, komputer juga harus memiliki kemampuan agar dapat melakukan tindakan seperti manusia. Digunakannya sistem pakar maka akan membantu komputer agar dapat bekerja layakmya manusia. Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana meniru cara berpikir seorang pakar dalam menyelesaikan suatu masalah, membuat keputusan, maupun mengambil kesimpulan sejumlah fakta.

Kamis, 07 Januari 2016

KEPEMIMPINAN

          Dalam sebuah organisasi pasti mimiliki seorang pemimpin atau leadership untuk memutuskan segala sesuatu yang harus dilakukan, termasuk dalam pemecahan masalah untuk mencapai tujuan bersama, utamanya dalam organisasi pendidikan.
 

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli
           Menurut Wirawan (dalam Sagala 2000:144) memberi pengertian kepemimpinan sebagai proses pemimpin menciptakan visi, mempengaruhi sikap, perilaku, pendapat, nilai-nilai, norma dan sebagainya dari pengikut untuk merealisasi visi. 

 
           Disisi lain Koontz (dalam Sagala 2000:145) mendefinisikan kepemimpinan adalah “pengaruh, kiat (seni), proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka mau berusaha secara sepenuh hati dan antusias untuk mencapai tujuan.”


Contoh Kasus
            Dalam dunia pendidikan, saya ambil contoh pada lingkup sekolah di mana kepala sekolahlah yang menjadi pemimpin dalam menentukan setiap langkah yang akan digunakan demi mencapai tujuan bersama.
 

            Kepemimpinan dapat berfungsi sebagai tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin sekolah dalam upaya menggerakan para staf agar mau melaksanakan segala sesuatu untuk mewujudkan program kerja yang telah ditetapkan bersama. Pemimpin harus mampu menampung segala aspirasi yang berkembang yang didukung dengan data-data yang akurat. Sehingga dalam pengambilan keputusan dilakukan secara transparan yang mengacu pada tujuan organisasi pendidikan dan tujuan pendidikan itu sendiri.
 

             Salah satu contohnya adalah dengan melibatkan semua pihak baik guru maupun orang tua siswa, sehingga dengan keterlibatan ini para guru dan orang tua siswa akan merasa mempunyai andil terhadap maju mundurnya sekolah.
 

             Dalam hal di atas, kepemimpinan kepala sekolah termasuk ke dalam kepemimpinan demokratis di mana setiap langkah yang di ambil melibatkan pendapat dari segala pihak yang terlibat dalam lingkup sekolah.
 

             Kelebihan gaya kepemimpinan ini adalah keputusan atau langkah yang diambil sudah disetujui oleh semua pihak dan tidak ada yang merasa keberatan. Sedangkan kekurangannya adalah saat seorang pemimpin memberikan kesempatan dan hak yang seluas-luasnya kepada para stafnya, maka mereka memiliki banyak sekali pendapat yang berbeda, sehingga pemimpin sulit menentukan pendapat yang sesuai dengan anggota yang tidak menyetujui kesepakatan forum yang ada, maka terkadang terjadi suatu konflik atau perdebatan antara anggota forum dengan sehingga proses pengambilan keputusan akan memakan waktu yang lebih banyak serta sulitnya pencapaian kesepakatan.


Sumber: 

http://www.academia.edu/6377500/Penerapan_Kepemimpinan_Demokratis_DALAM_ORGANISASI_PENDIDIKAN_SEKOLAH_

Minggu, 15 November 2015

KOMUNIKASI

Sebagai makhluk sosial, kita adalah manusia yang hidup berdampingan dengan masyarakat luas, serta individu yang saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu, sesama makhluk hidup kita harus menjalin komunikasi yang baik antar makhluk hidup lainnya. Kali ini saya akan membahas mengenai komunikasi.


Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikanpesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1.      Penginterpretasian.
2.      Penyandian.
3.      Pengiriman.
4.      Perjalanan.
5.      Penerimaan.
6.      Penyandian balik.
7.      Penginterpretasian.




JENIS-JENIS KOMUNIKASI :
1.Komunikasi Intrapribadi
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.

2.Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung.

3.Komunikasi Kelompok (Kecil)
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication).

4.Komunikasi Publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain

5.Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan  yang  lebih  besar  dari  komunikasi  kelompok.

6.Komunikasi Massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yangmenggunakan  media  massa  cetak  maupun  elektronik  yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.





CONTOH KASUS KOMUNIKASI KELOMPOK

KOMUNIKASI ANRTAR KELOMPOK

A . Analisis kasus

     Dalam lingkungan sekitar saya,saya telah mengamati sebuah kelompok yang ada di kelas yang memiliki system komunikasi yang terdapat dalam system komunikasi kelompok seperti dalam psikologi komunikasi. Dalam kelompok ini terlihat beberapa sistem komunikasi kelompok yakni seperti komunikasi in group, yakni sebuah perasan in-group diungkapkan dengan kesetiaan, solidaritas, kesenangan, dan kerja sama.

Nah dalam kelompok ini komunikasi kelompok in group sering di gunakan, hal ini di buktikan dengan adanya kelompok lain yang mereka anggap bertentangan dengan  kelompok mereka dan bisa dikatakan kelompok lain tersebut adalah kelompok out group dari mereka. Bagaimana hal itu terjadi? Dan apa yang menjadi sebab terjadinya hal tersebut?

Jadi dalam sebuah kelompok kelas tersebut para anggotanya memiliki anggapan kelompok  mereka jauh lebih baik di bandingkan kelompok lain tadi (klompok out group), dalam satu kelompok ini memiliki sebuah angapan juga bahwa anggota kelompok sendiri dipandang sebagai “orang kita” bukan orang lain “keluarga sendiri” dan sebagainya, yakni ada sedikit banyak identifikasi di antara oknum dengan kelompoknya, tetapi anggota dari kelompok lain dipandang sebagai “orang lain/asing” (bukan orang kita). Dalam kelompok kelas ini juga ada beberapa interaksi atau kegiatan yang mereka lakukan:
                Ø      sering pergi kesuatu tempat bersamaan dengan anggota kelompok mereka
               Ã˜       bergerombol membahas sesuatu dg kelompoknya
               Ã˜ melakukan kegiatan yang mereka rasa bisa membuat senang mereka

B . Masalah yang timbul
        Nah dari sikap in group ini ada beberapa masalah yang di timbulkan diantaranya adalah sebagai berikut:
Masalah yang sering timbul yakni adanya perselisihan di antara kelompok in group dengan kelompok out group, yah al ini bisa terjadi karena pada hakekatnya dalam kelompok in group memiliki perasaan “In group” terhadap ”orang kita” dapat bervariasi dari sikap ramah-tamah dan good-will sampai menjadi solidaritas mati-matian. Begitu pula sikap “Out group” dapat beralih dari sikap menyisihkan orang lain sampai sikap bermusuhan dengan keras. Dan perselisihan ini biasanya di picu oleh beberapa sebab contoh kecilnya yakni adanya saling ejek tentang kelompok mereka, dari efek saling ejek ini biasanya yang terlibat hanya antar individu namun karena dalam sebuah kelompok in group ini menganggap bahwa ada keterikatan antar anggotanya maka jadilah perselisihan yang dimana seluruh anggota bergerak demi solidaritasnya terhadap salah satu anggota mereka.

C . Penyelesaian masalah
      Penyelesaian masalah yang mereka lakukan yakni dengan mempertemukan  individu yang berselisih tadi dengan adanya seseorang yang menengahi yang netral tidak memihak dari salah satu dari mereka, dan di musyawarahkan sebenarnya apa yang terjadi dan jika sudah di ketahui permasalahanya apa , dari pihak yang memuali duluan untuk meminta ma’af. Namun yang namanya perselisihan antar kelompok in group dan out group in ya jika masalah satu sudah terselesaikan maka di kemudian hari akan timbul masalah-masalah lain karena mereka tetap menganggap bahwa ini kelompok “kami atau kita” (in group)dan kelompok lain(out group) “mereka”.

KOMUNIKASI EFEKTIF
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan. Untuk dapat melakukan komunikasi efektif ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yaitu :
  1. Menganalisa
  2. Menyalahkan
  3. Menghakimi
  4. Menasehati
  5. Menginterogasi
Contohnya : komunikasi antar anggota keluarga atau komunikasi di kantor dengan teman atau dengan atasan

KOMUNIKASI TIDAK EFEKTIF

Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
 
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah (1992,p.10-11) :
1. Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.

2. Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.

3. Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.

4. Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5. Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.

6. Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

7. No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

TEORI KOMUNIKASI
Ada banyak para pakar ilmu komunikasi yang menjelaskan tentang teori komunikasi di antaranya adalah;
a) CRAGAN & SHIELDS, 1998) Teori komunikasi merupakan hubungan di antara konsep teoretikal yang membantu memberi, secara keseluruhan ataupun sebabagiannya, keterangan, penjelasan, penerangan, penilaian ataupun ramalan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang) berkomunikasi (bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton, dansebagainya) untuk jangka masa tertentu melalui media.

b) LITTLEJOHN, 1996 Teori komunikasi adalah satu teori atau sekumpulan "pemikiran kolektif" yang didapati dalam keseluruhan teori terutamanya yang berkaitan proses komunikasi

c) BORMAN, 1989 Teori komunikasi adalah satu perkataan /istilah yang merupakan paying untuk semua perbincangan dan analisis yang dibuat secara berhati-hati, sistematik dan sadar, tentang komunikasi.

Dibawah ini adalah sebagian banyak tentang macam-macam teori komunikasi di antaranya aadalah;
1. Teori Behaviorisme
2. Teori Informasi
3. Teori Agenda Setting
4. Teori Uses and Gratifications (kegunaan dan kepuasan)
5. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa 

Sumber :

https://muharitasks.wordpress.com/2013/07/15/jenis-dan-proses-komunikasi/
 






BAHASA INGGRIS BISNIS 2

TUGAS 3 LISTENING TEST 1. D                   11. C               21. A 2. A                   12. C               22. C 3. D          ...